Jika seorang narapidana yang divonis hukuman mati disuruh memilih apakah mau dihukum dengan disembelih ataukah ditembak mati?. Secara emosional mungkin pilihan akn jatuh pada ditembak mati saja. Karena kata sembelih lebih menimbulkan rasa ngeri pada alam bawah sadar sang Napi ketimbang ditembak mati. Padahal konsekuensi dari keduanya sama saja, yaitu sang Napi kemungkian besar mati.
Walaupun sama-sama berbahaya, kata Komunisme (dan variannya seperti kata komunis, PKI, palu arit dsb) bagaimanapun tetap terkesan lebih mengerikan ditelinga rakyat Indonesia jika dibandingkan dengan kata Kapitalisme (dan variannya seperti kapitalis, demokrasi, pluralisme, feminisme liberalisme dsb). Padahal keduanya sama-sama ideologi dan sama sama bukan lahir dari akidah Islam dan bukan pula lahir dari rahim sejarah budaya umat Islam. Komunisme lahir dari Sosialisme yang akarnya dari dialektika materialisme Karl Max dan Kapitalisme lahir dari pemikir barat yang tersusun atas filsafat sosial dan teori ekonomi Barat. Namun jika ditanyakan kepada rakyat, diantara keduanya mana yang lebih "mengerikan"? tentu komunis. Fenomena yang sama muncul saat ini. Mengapa komunisme lebih terkesan kejam dan tidak manusiawi?
Demikian juga jika mendengar partai komunis, rakyat pasti geger dan merasa jengah. Namun rakyat tidak siap dengan prasaan yang sama jika mendengar partai kapitalis atau partai sekuler (seperti semua parpol yang ada di Indonesia). Padahal keduanya sama-sama melakukan aktivitas politik yang menyimpang dari nilai agama dan kemanusiaan.
Thus, Pada faktanya, saat kita mengganyang komunisme, Kapitalisme adalah pelaku kejahatan yang jelas-jelas sudah tinggal bersama kita dan bahan menguasai kita. Namun jika dibandingkan dengan komunisme, belum ada perasaan jijik dan keinginan kuat untuk mengusir kapitalisme, sebagaimana perasaan jijik dan ingin mengusir komunisme. PT. Freeport yang sekarang makin “kurang-ajar” melawan pemerintah (sebagai wakil rakyat pemiliki sah emas papua) adalah pelaku kapitalisme. Mungkin kita tidak akan menemukan fakta kapitalisme akan datang menyembelih rakyat Indonesia satu-satu. Tetapi apa yang terjadi dalam ekonomi Indonsia diaman uang tersedot ke sector non riil, dan kekayaan hanya berputar pada kaum kaya saja adalah ulah kapitalisme. Begitu juga mayoritas pembantaian di berbagai belahan dunia Islam, Negara Kapitalis adalah pelakunya, bukan Negara Komunis.
Kapitalisme bisa lebh berbahaya daripada komunisme di Indonesia di 3 dekade terakhhir Yang merusak pemahaman agama generasi muda di kampus-kampus Islam adalah pemikiran varian kapitalisme seperti liberalisme agama, pluralisme dan sejenisnya. Yang mengganyang syariat Islam dalam pranata keluarga muslim adalah juga varian kapitalisme yaitu paham feminisme dan individualisme. Bahkan yang sekarang dijadikan alat untuk menyerang Islam seperti Kebhinekaan dan kemajemukan adalah racun yang berasal dari filsafat barat: multikulturalisme dan pluralisme.
Finally, Komunisme memang berbahaya, tetapi kapitalisme juga tidak kalah bahayanya. Bahkan Negara yang dicurigai berbau komunis saat ini pun seperti Rusia dan China sejatinya adalah Negara kapitalis. So, what is our real common enemy? Ya. Dua-duanya. Dan saat ini, sesungguhnya Barat sendiri lebih khawatir dengan kebangkitan Islam dibandingkan Komunisme, paska Uni Soviet Runtuh. Jangan sampai Kapitalisme mengalihkan dunia kita. Wallahu a’lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar